Yanris Weblog

Aku Anak Indonesia

Dengan Teenlit, Tidak Ada Kata Sulit

Dalam sebuah pelajaran Bahasa Indonesia, seorang siswi bertanya kepada gurunya, “Pak, kalau novel teenlit boleh atau tidak ?”, katanya. Sejenak guru itu menatap siswinya dan akhirnya mempersilahkan siswinya menggunakan novel teenlit dalam pelajaran. Itulah dialog kecil dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sebuah SMA swasta unggulan di Kota Yogyakarta yang kebetulan saat itu sedang membahas tentang unsur intrinsik teks sastra. Baca selebihnya »

6 Februari 2010 Ditulis oleh yanris | Sastra | | 1 Komentar

Momentum yang Tepat?

Tragedi pengeboman lagi-lagi terjadi di jantungIbu kota Indonesia, Jakarta (17/7/2009). Hal ini tentu saja membuat kejutan bagiseluruh warga negara Indonesia. Setelah sekian tahun berbagai teror bom itu terhenti bahkan mampu diantisipasi, tapi tiba-tiba ketenangan itu terusik dengan dua bom di Kuningan.

Suatu hal yang menarik dari kejadian ini adalah munculnya berbagai asumsi orang-orang yang entah itu mengaku pakar, ahli, warga politik, dan sebagainya tentang siapa yang berada atau mencoba meraba motif dibalik pengeboman tersebut. Pikiran saya mengatakan “Sang pelaku cerdik!”. Baca selebihnya »

18 Juli 2009 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | 1 Komentar

Perayaan Hidup

batu nisan

batu nisan

Bagi sebagian orang, kematian adalah suatu yang menakutkan. Mungkin karena dalam sebuah kematian akan menghadirkan keresahan, kecemasan, kesedihan, dan air mata tentunya. Tetapi bagi saya, kematian adalah harapan yang pasti dituju, dengan kata lain itulah tujuan akhir hidup.

Aneh memang, mengapa kematian saya anggap sebagai sebuah harapan. Saya tidak sedang bercanda, tetapi saya mencoba berbagi kepada anda tentang refleksi saya akan kematian dan bagaimana memaknai kematian dengan rasa baru. Tetapi sekali lagi, saya tidak menuntut anda untuk setuju akan pernyataan saya. Semua kembali kepada anda. Karena anda sendiri yang merasakannya. Baca selebihnya »

9 Februari 2009 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | Belum Ada Tanggapan

Aku Mau Seperti…

Suatu malam saya berkesempatan berbincang dengan teman-teman lama. Selain obrolan dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa, hal yang membuat istimewa adalah bahan obrolan malam itu. Kami berbincang tentang memori indah masa lalu yang kini telah menjadi sebuah sejarah.
Malam itu kami berbincang tentang masa bahagia kami ketika kanak-kanak. “ besok kalau aku besar, aku ingin seperti Sukarno yang berkharisma tinggi” kata Monte ketika itu. “ aku mau seperti Del Piero yang lihai mencipta gol “ lanjut Cimot. Lain lagi dengan Gambleh, dia ingin seperti super hero yang sering muncul di televisi. Dan masih banyak lagi kata “ mau seperti “ atau “ seperti “ yang membuat semakin tidak mengerti karena “seperti” semakin membuat kami tinggi. Kami mau “seperti” tetapi kami tidak tahu seperti apa nanti. Jadi, intinya kami masih mau dan kami tidak mau tahu, yang jelas kami masih ingin “seperti”. Baca selebihnya »

7 November 2008 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | & Komentar

Ketupat Lebaran

      Paino diam. Ia menatap istrinya dengan tajam sembari menyembunyikan
sesuatu yang sedikit meresahkan hatinya. Yanti dan Jimo, kedua
anaknya, juga ikut memandang sambil sesekali tertunduk. Takut.
Semua tegang. Baca selebihnya »

10 Oktober 2008 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | Belum Ada Tanggapan

Senjata Saya Senyuman, Sayang !

Sebelum anada membaca tulisan ini, pastikan anda siap untuk bosan, siap untuk memaki diri sendiri, dan hal-hal lain yang menjemukan. Jadi berpikirlah kembali sebelum anda melumat tulisan ini.

Ceritanya begini. Suatu hari saya menyatakan perasaan saya terhadap seorang gadis yang selama ini saya taksir. Dan hal itu merupakan kali kedua saya menyatakannya dan saat itu kali kedua pula gadis itu dengan tutur yang halus menolak perasaan cinta saya. Baca selebihnya »

20 September 2008 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | & Komentar

Ragam Bahasa Jurnalistik Cetak dan Radio

Bahasa sebagai sarana komunikasi ternyata memiliki berbagai variasi ( ragam ). Variasi bahasa itu sendiri terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya karena faktor individu ( penutur ), letak geografis, bidang yang dibicarakan, dan sikap penutur dari waktu yang berbeda.
Salah satu bidang yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi adalah jurnalistik. Hal ini memunculkan adanya ragam bahasa jurnalistik. Hal ini disebabkan karena bahasa yang digunakan memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan bidang-bidang lainnya.
Jurnalistik sendiri digolongkan menjadi dua : jurnalistik media cetak dan jurnalistik media elektronik. Jurnalistik elektronik sendiri masih dibagi lagi menjadi jurnalistik yang bersifat audio ( radio ) dan jurnalistik yang bersifat audio visual ( televisi ). Namun, seturut perkembangan teknologi, kini muncul jurnalistik cyber atau jurnalistik yang dapat diakses melalui fasilitas internet.

Dimanakah letak karakteristik dari bahasa jurnalistik itu sendiri akan penulis coba sampaikan dalam makalah ini. Pembahasan dalam makalah ini sendiri akan dibatasi pada ragam bahasa jurnalistik media cetak dan jurnalistik radio. Baca selebihnya »

20 September 2008 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | Belum Ada Tanggapan

Amir Hamzah:Jembatan Menuju Puisi Indonesia

Nama Amir Hamzah, dalam sejarah sastra Indonesia, cukup penting. Oleh Teeuw ( 123 : 1980 ) Amir Hamzah disebut sebagai penutup puisi Melayu dan pembuka puisi Indonesia. Dalam catatan Teeuw ditambahkan bahwa Amir Hamzah merupakkan pengarang terpenting di Indonesia sebelum perang ( 123 : 1980 ).

Amir Hamzah telah menciptakan puluhan sajak yang hebat, sehingga H.B. Jassin menjulukinya sebagai ” Raja Penyair Pujangga Baru ” ( Teeuw, 123: 1980 ). Da dapat dikatakan pula bahwa Amir Hamzah adalah satu-satunya penyair sebelum perang di Indonesia yang telah mencapai taraf internasional dan mempunyai nilai kasustraaan yang abadi.

Untuk lebih jelasnya tentang siapa sebenarnya Amir Hamzah? Dan apa yang membuat Amir Hamzah begitu penting dalam kasusastraan Indonesia ? akan dibahas pada bagian selanjutnya. Baca selebihnya »

11 Juli 2008 Ditulis oleh yanris | tokoh | | Belum Ada Tanggapan

Serba Tinggi di Negeri Ini

Semua semakin tinggi di negeri ini, rakyat semakin resah karena harga barang kebutuhan semakin sulit terjamah. Sungguh suatu hal yang ironis, bangsa yang konon gemah ripah loh jinawi bahkan grub Koes Plus mengatakan tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman, tetapi sekarang tongkat kayu jadi pentungan dan batu jadi benda buat lempar-lemparan.

Semua semakin tinggi, harga BBM tinggi dan akan di tinggikan walaupun masih dalam wacana tetapi rakyat sudah dibuat tinggi emosinya. Biaya sekolah tinggi, jadi apa mungkin sekolah gratis itu benar-benar dapat terealisasi?. Harga cabai tinggi, hingga sekarang tidak ada lagi cabai yang pedas karena harganya sudah pedas. Janji-janji calon pemimpin juga tinggi, hingga rakyat juga diajak bermimpi. Suhu politik juga meninggi, hingga pada rebutan posisi kuasa. Angka kriminalitas tinggi bahkan sudah akrab dengan senjata api. Sepertinya semua sudah tak mampu terbeli, coba apa yang tidak tinggi di negeri ini selain gaji guru dan buruh yang justru semakin kurang dihargai dibawah tuntutan yang semakin tinggi.

Memang sesuatu yang sangat ironis, di saat bangsa ini hendak memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, justru suasana kebangkitan tersebut diiringi kecemasan dari rakyat. Rakyat cemas jangan-jangan tak mampu membeli barang kebutuhan lagi, para siswa cemas tidak lulus ujian nasional, sopir angkot cemas tidak bisa narik lagi, para diplomat takut tidak kebagian kursi, para koruptor takut ketahuan aksi masa lalunya, para demonstran takut terus-menerus dipukuli, jadi kalau kita tanya, siapa yang salah akan semua keadaan ini? JElas nyata di INdonesia.

Saling menyalahkan juga tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan semakin membuat was-was cemas. Lalu apa yang bisa kita lakukan pada negeri ini? Sebelum kita hanya bisa meneropong karena semua semakin tinggi dan tak tampak lagi.

9 Mei 2008 Ditulis oleh yanris | Celoteh Burung | | Belum Ada Tanggapan

PBSID Takluk dari Teknik Informatika

Tim futsal Pbsid sanata Dharma dipaksa menyerah dari tim futsal teknik informatika dengan sekor telak 18-5 dalam pertandingan futsal Mekatronika Cup yang diadakan di kampus tiga Sanata Dharma Paingan pada hari ini, senin, 28 April 2008.

Tim futsal pbsid yang terdiri dari tujuh orang mahasiswa angkatan 2006 dan seorang mahasiswa dari angkatan 2007 ini tampak kewalahan menghadapi gemburan bertubi-tubi dari tim teknik informatika yang sebagian besar diisi oleh para pemain dari tim inti UKM sepak bola Sanata Dharma. Secara teknis permainan tim pbsid sangat jauh dari tim teknik informatika yang memperagakan permainan sangat atraktif. Selain itu faktor stamina yang kedodoran semakin membuat tim pbsid menjadi bulan-bulanan dari tim teknik informatika. Aksi gemilang penjaga gawang pbsid yang ditempati Agus, mahasiswa pbsid 2007, membuat pbsid terhindar dari kekalahan yang lebih besar.

Tim pbsid hanya mampu mengimbangi permainan atraktif tim teknik informatika dalam lima menit babak pertama. Setelah sempat tertinggal dengan gol cepat dari teknik informatika, tim pbsid mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang diciptakan oleh yanris. Hal ini membuat permainan semakin seru dan teknik informatika meningkatkan tekanannya sehingga mampu mencuri dua gol dalam waktu yang relatif cepat. Tertinggal dua gol, tim pbsid mencoba memperkecil ketertinggalan melalui gol yang diciptakan yanris lagi melalui kerjasama satu dua dengan Abet, sehingga mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk keunggulan teknik informatika. Sebagai tim favorit juara, teknik informatika mulai memperlihatkan agresitifitasnya dengan mengurung pertahanan pbsid, sehingga tercipta empat gol tanpa balas. Pbsid memperkecil ketinggalan melaui gol yang diciptakan Abet dan sebuah gol fantastis dari Yohanes Supriantono yang diciptakan dari jarak yang cukup jauh. Skor akhir pada babak pertama adalah 8-4. Memasuki babak kedua, tim tekni informatika semakin bermain agresif dan ini membuat pbsid kedodoran menghadapi serangan yang terus menerus. Gol-gol tercipta dengan sangat mudah dan terkesan tanpa perlawanan. Pbsid hanya mampu menambah satu gol melalui kaki Iwan. Kedudukan akhir adalah 18-5 untuk keunggulan tim futsal teknik informatika. Baca selebihnya »

28 April 2008 Ditulis oleh yanris | Berita | | & Komentar