Persuasi dan Argumentasi (sebuah pengantar)

Persuasi dan argumentasi adalah dua hal yang berbeda tetapi terkadang pada praktiknya tidak dapat lepas antara yang satu dengan yang lain. Antara persuasi dan argumentasi memiliki perbedaan dan persamaan. Metode pengembangannya pun berbeda. Berikut ini dipaparkan secara ringkas mengenai persuasi dan argumentasi.
(klik judul di bawah untuk mengunduh file)
paragraf persuasi
paragraf argumentasi

Posted in Bahan Pelajaran | Tagged , , , , , | Tinggalkan komentar

Logika: Sebuah Pengantar

Berbicara tentang logika berarti berbicara pula tentang cara berpikir atau pola berpikir seseorang. Hampir di semua bidang kajian baik eksakta maupun sosial tidak lepas dari logika. Hal ini tentu tidak lepas dari sejarah panjang lahirnya ilmu pengetahuan. Semua berangkat dari sebuah logika atau penalaran berpikir.

Terdapat 3 (tiga) konsep dasar dalam logika, yaitu pengertian, proposisi, dan penalaran. Pengertian adalah sesuatu yang bersifat abstrak. Hal ini terjadi karena sesuatu yang didefinisikan selalu tidak membuat puas. Hal ini dapat dikatakan bahwa sebuah definisi dapat berkembang seturut dengan perkembangan pemikiran. Proposisi adalah pernyataan. Proposisi memiliki sifat benar ataupun salah. Penalaran sendiri lebih bersifat logis atau tidak. Jadi, sesuatu yang benar itu belum tentu logis, tetapi sesuatu yang logis itu besar kemungkinan itu benar.

Pola berpikir dapat dilihat dari dua segi: Deduksi dan Induksi. Untuk lebih jelasnya dapat diunduh pada link berikut ini:

(1) Paragraf Deduksi

(2) Paragraf Induksi

Posted in Bahan Pelajaran | Tinggalkan komentar

Praanggapan (presuposisi) : Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Praangapan merupakan suatu pengalaman manusia sehari-hari sehingga praanggapan juga merupakan gejala yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sering kita tidak sadar akan hal itu. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara singkat mengenai apa itu praanggapan? Apa saja ciri praanggapan? Dan apa saja jenis praanggapan???  selengkapnya dapat Anda download melalui link ini : http://adf.ly/3d3Y Continue reading

Posted in Pragmatik | Tagged | Tinggalkan komentar

Teenlit dan Pembelajaran Sastra

Dalam sebuah pelajaran Bahasa Indonesia, seorang siswi bertanya kepada gurunya, “Pak, kalau novel teenlit boleh atau tidak ?”, katanya. Sejenak guru itu menatap siswinya dan akhirnya mempersilahkan siswinya menggunakan novel teenlit dalam pelajaran. Itulah dialog kecil dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sebuah SMA swasta unggulan di Kota Yogyakarta yang kebetulan saat itu sedang membahas tentang unsur intrinsik teks sastra. Continue reading

Posted in Sastra | 3 Komentar

Momentum yang Tepat?

Tragedi pengeboman lagi-lagi terjadi di jantungIbu kota Indonesia, Jakarta (17/7/2009). Hal ini tentu saja membuat kejutan bagiseluruh warga negara Indonesia. Setelah sekian tahun berbagai teror bom itu terhenti bahkan mampu diantisipasi, tapi tiba-tiba ketenangan itu terusik dengan dua bom di Kuningan.

Suatu hal yang menarik dari kejadian ini adalah munculnya berbagai asumsi orang-orang yang entah itu mengaku pakar, ahli, warga politik, dan sebagainya tentang siapa yang berada atau mencoba meraba motif dibalik pengeboman tersebut. Pikiran saya mengatakan “Sang pelaku cerdik!”. Continue reading

Posted in Celoteh Burung | 1 Komentar

Perayaan Hidup

batu nisan

batu nisan

Bagi sebagian orang, kematian adalah suatu yang menakutkan. Mungkin karena dalam sebuah kematian akan menghadirkan keresahan, kecemasan, kesedihan, dan air mata tentunya. Tetapi bagi saya, kematian adalah harapan yang pasti dituju, dengan kata lain itulah tujuan akhir hidup.

Aneh memang, mengapa kematian saya anggap sebagai sebuah harapan. Saya tidak sedang bercanda, tetapi saya mencoba berbagi kepada anda tentang refleksi saya akan kematian dan bagaimana memaknai kematian dengan rasa baru. Tetapi sekali lagi, saya tidak menuntut anda untuk setuju akan pernyataan saya. Semua kembali kepada anda. Karena anda sendiri yang merasakannya. Continue reading

Posted in Celoteh Burung | Tinggalkan komentar

Aku Mau Seperti…

Suatu malam saya berkesempatan berbincang dengan teman-teman lama. Selain obrolan dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa, hal yang membuat istimewa adalah bahan obrolan malam itu. Kami berbincang tentang memori indah masa lalu yang kini telah menjadi sebuah sejarah.
Malam itu kami berbincang tentang masa bahagia kami ketika kanak-kanak. “ besok kalau aku besar, aku ingin seperti Sukarno yang berkharisma tinggi” kata Monte ketika itu. “ aku mau seperti Del Piero yang lihai mencipta gol “ lanjut Cimot. Lain lagi dengan Gambleh, dia ingin seperti super hero yang sering muncul di televisi. Dan masih banyak lagi kata “ mau seperti “ atau “ seperti “ yang membuat semakin tidak mengerti karena “seperti” semakin membuat kami tinggi. Kami mau “seperti” tetapi kami tidak tahu seperti apa nanti. Jadi, intinya kami masih mau dan kami tidak mau tahu, yang jelas kami masih ingin “seperti”. Continue reading

Posted in Celoteh Burung | 2 Komentar

Ketupat Lebaran

      Paino diam. Ia menatap istrinya dengan tajam sembari menyembunyikan
sesuatu yang sedikit meresahkan hatinya. Yanti dan Jimo, kedua
anaknya, juga ikut memandang sambil sesekali tertunduk. Takut.
Semua tegang. Continue reading

Posted in Celoteh Burung | Tinggalkan komentar

Senjata Saya Senyuman, Sayang !

Sebelum anada membaca tulisan ini, pastikan anda siap untuk bosan, siap untuk memaki diri sendiri, dan hal-hal lain yang menjemukan. Jadi berpikirlah kembali sebelum anda melumat tulisan ini.

Ceritanya begini. Suatu hari saya menyatakan perasaan saya terhadap seorang gadis yang selama ini saya taksir. Dan hal itu merupakan kali kedua saya menyatakannya dan saat itu kali kedua pula gadis itu dengan tutur yang halus menolak perasaan cinta saya. Continue reading

Posted in Celoteh Burung | 2 Komentar

Ragam Bahasa Jurnalistik Cetak dan Radio

Bahasa sebagai sarana komunikasi ternyata memiliki berbagai variasi ( ragam ). Variasi bahasa itu sendiri terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya karena faktor individu ( penutur ), letak geografis, bidang yang dibicarakan, dan sikap penutur dari waktu yang berbeda.
Salah satu bidang yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi adalah jurnalistik. Hal ini memunculkan adanya ragam bahasa jurnalistik. Hal ini disebabkan karena bahasa yang digunakan memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan bidang-bidang lainnya.
Jurnalistik sendiri digolongkan menjadi dua : jurnalistik media cetak dan jurnalistik media elektronik. Jurnalistik elektronik sendiri masih dibagi lagi menjadi jurnalistik yang bersifat audio ( radio ) dan jurnalistik yang bersifat audio visual ( televisi ). Namun, seturut perkembangan teknologi, kini muncul jurnalistik cyber atau jurnalistik yang dapat diakses melalui fasilitas internet.

Dimanakah letak karakteristik dari bahasa jurnalistik itu sendiri akan penulis coba sampaikan dalam makalah ini. Pembahasan dalam makalah ini sendiri akan dibatasi pada ragam bahasa jurnalistik media cetak dan jurnalistik radio.

untuk membaca teks secara utuh klik link di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/9598357/Jurnalistik.rtf.html

Continue reading

Posted in Celoteh Burung | Tinggalkan komentar